Sejarah islam di Australia berawal
sejak tahun 1860 saat kedatangan orang muslim pertama tercatat. Adalah seorang
pemelihara unta, Dost Mohammad, yang menemani iring-iringan unta yang hendak
mencari daerah penjelajahan baru. Kemudian pada akhirnya dikenal sebagai
“Ghan”, singkatan dari Afghan.
Orang-orang banyak akal ini
memberi sumbangsih yang besar pada pembukaan daerah
pedalaman di Australia.
Mereka dipekerjakan pada pembangunan jalur telegrap pertama yang melalui
darat yang melintasi benua dari Adelaide ke Darwin, dan hampir sekitar 50 tahun terakhir mereka telah
membantu membangun jalan kereta api trans Australia.
Sejak tahun 1860, Islam telah
menyebar mencakup jumlah yang berarti – pendatang dari berbagai negara. Masjid
telah dibangun di semua ibukota negara Australia,
dan sejumlah kota
provinsi. Masjid dan pusat-pusat jama’ah, muslim dari berbagai latar belakang
bangsa dan budaya dipersatukan bersama dalam ibadah.
Masyarakat Islam Turky di Victoria
telah membangun sebuah masjid di pinggiran kota
Melbourne di East Coburg dan masyarakat Albania membuat masjid mereka sendiri dekat
pinggiran kota Carlton. Masjid-masjid lain terdapat di Noble Park,
Footscray, Dandenong, Deer Park, Doncaster, dan Maidstone.
Brisbane, ibukota negara bagian Quessland
telah mempunyai masjid sejak 1907. Pada tahun 1960-an diputuskan untuk
mengganti dengan desain bangunan yang baru oleh seorang Pakistan yang sedang belajar
arsitektur di Universitas Queesland. Dua masjid lainnya dibangun pada bekas
gereja di pinggiran kota serta ada dua lagi di
Gold Coast dan di selatan Brisbane.
Sebuah masjid di Adelaide, ibukota negara bagian Australia
Selatan, dibangun pada tahun 1899 dan masih dipergunakan sampai sekarang.
Terdapat 3 kelompok utama Islam di
negara ini: Masyarakat Islam Australia Selatan, Masyarakat Islam Masjid
Adelaide, Australia Selatan dan Masyarakat Islam Whyalla. Masyarakat Islam
masjid Adelaide Australia Selatan adalah berdasar pada masjid asli di Adelaide.
(Dikutip
dari: Pelayanan Informasi Luar Negeri Australia, Fact Sheet on Australia,
1989: 1 – 2).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar